July 13, 2019

Perawat






Kamu sedang dirawat. Atau, barangkali tengah berbaring lunglai di atas kasur panjang berseprei putih. Selimut kusut, tanda beberapa kali kamu bergerak ke kanan, ke kiri. Katanya, sakit itu dari pikiran. Kamu tentu tak langsung mengiyakan.

January 12, 2019

Yang Dekat itu Tanda




Kamu kukenal sebagai pembangkang. Tak taat aturan. Kamu sering sekali memaksa keadaan untuk selalu berpihak padamu. Awalnya, aku mengira kamu adalah sosok kepala batu, yang tak mengerti makna perkataan ‘jangan’.

December 31, 2018

Merahasiakan yang Paling Rahasia




Tepatnya kemarin saat kamu bersambang lewat tulisan kepadaku. Seorang teman masa lalu, yang dulu pernah berjalan beriringan bersama. Tak ada yang lebih ironi dari kata ‘pernah’, seperti yang terlukis di sana.

September 22, 2018

Lupa Bercerita




Kamu lupa bagaimana caranya bercerita…

Teriknya siang di kotamu sudah barang tentu menyengat. Panasnya sakit, taklid, hingga membuat setiap orang mencari saung berteduh. Sudah hampir tiga tahun kamu menjalani hidup di distrik itu, tempat di mana rupiah digali, diolah, dan ditempatkan dalam nominal-nominal buku.

April 28, 2018

Jendela Kaca





Kamu masih memandang riuh ramai jalanan kota dari jendela kaca lantai sepuluh kamarmu. Kota yang punya sejarah kelam, perlawanan, serta beberapa saksi yang membuatmu bertanya, “Mengapa manusia bisa sekejam ini?”.

June 19, 2016

Kita ini Lucu, Bukan?




Kita ini lucu...

Katanya, salah satu kualitas tertinggi seorang manusia ialah, saat ia sanggup menertawakan sendiri dirinya. Aku masih tak mengerti kalimat itu, bahkan hingga sekarang, sampai kuingat beberapa kisah yang membenarkan.

June 14, 2016

Depresiune


Setiap malam kamu selalu mengkhawatirkan sesuatu. Ada sebab hingga kamu sering berlama duduk, menatap kosong pojok kamar, hingga akhirnya menyerah dan berbaring.

Namun, tubuh dalam posisi terlentang serta berselimut tebal, ternyata tidak menjamin kamu akan lekas terpejam. Mata, selalu tidak bisa berkompromi dengan pikiran. Seperti malam ini, mata dan ragamu capai, tapi pikiranmu terus berlari entah ke mana. Tak kenal lelah.

Followers