February 04, 2012

Lembayung Bali


photo source: budianto88.wordpress

Lagi-lagi melihat ke belakang. Selalu saja berkisah tentang cerita yang telah usang ditelan waktu. Kala senja itu datang, semangat tentu akan hilang. Seakan kau mau dan ingin untuk mengulangi segala kejadian kelam. Padahal, kau tahu itu sesuatu yang tak kau mau. Namun, mengapa kau mengingatnya. Tak pernakah kau menguburnya hingga dalam, hingga tak kauingat mana tanah yang terikat. Kurasa senja sejatinya memang tercipta untuk kita, untuk lembayung Bali yang tak pernah memaknai sebuah arti...

Lembayung Bali
by Saras Dewi

Menatap lembayung di langit Bali
dan kusadari betapa berharga kenanganmu
Di kala jiwaku tak terbatas
bebas berandai mengulang waktu

Hingga masih bisa kuraih dirimu
sosok yang mengisi kehampaan kalbuku
Bilakah diriku berucap maaf
masa yang tlah kuingkari dan meninggalkanmu
Oh cinta

Teman yang terhanyut arus waktu
mekar mendewasa
masih kusimpan senda tawa kita 
Kembalilah sahabat lawasku
semarakkan keheningan lubuk

Hingga masih bisa kurangkul kalian
sosok yang mengaliri cawan hidupku
Bilakah kita menangis bersama
tegar melawan tempaan semangatmu itu
Oh jingga

Hingga masih bisa kujangkau cahaya
senyum yang menyalakan hasrat diriku
bilakah kuhentikan pasir waktu
tak terbangun dari khayal keajaiban ini
Oh mimpi

Andai ada satu cara tuk kembali
menatap agung surya-Mu
Lembayung Bali

***

0 comments:

Post a Comment

Followers