March 31, 2012

Seluruh Napas Ini


Aku membiarkan Senja berlari, berjalan, berlenggang menjauh dari titik koordinatku saat ini. Sengaja aku tak menahannya. Tak pula menangisi siluetnya yang perlahan hilang seiring bertambahnya langkah. Beberapa saat, Senja tak lagi terlihat. Sebenarnya kami tak ingin memisahkan romansa. Tak juga mengharapkan sebuah keindahan lenyap tak bersisa. Hanya saja saat ini, kami tengah menanyakan tentang bagaimana makna cinta. Apakah hanya simbolis rasa? Kata yang mengartikan kesedihan? Atau juga anugerah pelengkap kehidupan? Semua tak kami mengerti. Kami mencari. Bila saja nanti takdir kembali mempertemukan kami, mungkin itu kupercaya sebagai cinta, kau dan aku sebagai belahan jiwa. Namun, ketika roda waktu menolak, akan kupatrikan semua rasa hingga menguap menjadi rintihan jingga bernama Senja. Sesungguhnya belahan jiwamu adalah sebaik jiwamu saat ini, sementara perbaikan diri takkan pernah selesai hingga nanti Senja dan aku setia merajut kisah kembali...

Seluruh Napas Ini
by Last Child  feat. Giselle

Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa, tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Saat kutertatih tanpa kau di sini
Kau tetap kunanti demi keyakinan ini

Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Kuakan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh napas ini

Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku

Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Kunikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh napas ini

Dan ini yang terakhir aku menyakitimu
Ini yang terakhir aku meninggalkanmu
Takkan kusia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir dan ini yang terakhir
***

0 comments:

Post a Comment

Followers