August 16, 2012

Lebih Indah


Lihatlah senyumnya! Usap tangisnya! 

Siapakah dia yang membuatmu hijrah dalam hitungan kata? 

Dahulu kau merutuk menutup pintu hati. Rapat-rapat, hingga seekor nyamuk tak dapat hinggap. Lalu, kau menangisi segala bayangnya yang pergi. Entah ke mana. Kau tak mau mengingatnya. Sekejap Tuhan memberi. Lantas, kau menepi, mengait takdir yang mempertemukanmu dengan dia yang lain. Kau, masihkah kau bersedih? Setelah kepergiannya yang teramat agung, sampai-sampai tanganmu tak hentinya mengusap kantong mata yang senantiasa basah. Tapi tataplah! Ada yang lebih indah dari dia. Senyumnya, parasnya, ronanya, hingga tutur yang menjelma tingkah pola.

Masihkah kau mengingat dahulu? Oh, aku mulai ragu...

Lebih Indah
by Adera

Saat kutenggelam dalam sendu
Waktu pun enggan untuk berlalu
Kuberjanji tuk menutup pintu hatiku
Entah untuk siapa pun itu

Semakin kulihat masa lalu
Semakin hatiku tak menentu
Tetapi satu sinar terangi jiwaku
Saat kumelihat senyummu

Dan kau hadir merubah segalanya
Menjadi lebih indah
Kau bawa cintaku setinggi angkasa
Membuatku merasa sempurna

Dan membuatku utuh tuk menjalani hidup
Berdua denganmu selama-lamanya
Kaulah yang terbaik untukku

Kini ku ingin hentikan waktu
Bila kau berada di dekatku
Bunga cinta bermekaran dalam jiwaku
Kan ku petik satu untukmu

Kaulah yang terbaik untukku
Kupercayakan seluruh hatiku padamu
Kasihku satu janjiku
Kaulah yang terakhir bagiku

#Ilustrasi diunduh dari sini

2 comments:

Tiara Balqhis said...

Hem...
Ungkapan ini membuatku berimajinasi tentang sosok yang ada di dalamnya.. Berhasil membawaku masuk dalam dunianya...
Indah Kak :)

Idham P. Mahatma said...

Selamat berimajinasi ya. Awas, jangan sampai lupa pada realita.

Post a Comment

Followers