August 16, 2012

Malam Berpaku Fajar



Malam di pertengahan fajar
Ramai, tak terdengar katamu, sungguh bingar

Ketika aku bersambang
Senyum itu, ringan mengembang

Lantas, aku terbang, melayang
Terkejutnya mentari, kau sungguh menarikku jatuh untuk tertatih

Berciri, dengan sanjungan khas wanita
Yang pelan, bernada, tapi sejenak kulihat hatiku berdarah

Merah, Sayang. Ini merah yang pekat
Lihatlah, bau amisnya kian menyengat

Tutup saja matamu agar tak memandang darahku, terlagi aku
Buang mukamu ke lain arah, tapi pintaku jangan ke belakang senja

Sebab itulah senja, yang paling kutakuti selain cinta
Senja yang putih, yang menjelmaku pergi, atau perlahan mati.

(IPM)
Sidoarjo, Agustus 2012

#Ilustrasi diunduh dari sini

0 comments:

Post a Comment

Followers