June 03, 2014

Bagaimana dengan Jodoh?



Bagaimana dengan jodoh, Om Mario?

Memang mengapa dengan jodoh?

Aku masih bingung tentang siapa yang disebut jodoh, apakah yang kita pilih atau yang dipilihkan oleh Tuhan?

Jodoh di tangan siapa?

Di tangan Tuhan.

Tidak, sudah dipindahkan ke tanganmu.

Lho, kok bisa gitu?

Semua hal yang menjadi pembentuk nasibmu sudah diberikan kepadamu, untuk kau pilih dan kau maksimalkan keindahannya bagi kebahagiaanmu.

Seperti apa?

Tubuh dan kesehatanmu, sudah diberikan kepadamu. Tapi, apakah engkau merawatnya atau merusaknya dengan kebiasaan buruk adalah keputusanmu.

Oh, jadi bisa saja kekasih yang aku nikahi itu aslinya adalah jodoh, tapi batal karena aku merusaknya dengan kekasaran dan ketidaksetiaan?

Betul. Seperti juga, orang biasa yang tak kau duga sama sekali akan menjadi jodoh sekaligus pemulia seluruh kehidupanmu jika engkau memuliakannya dalam kelembutan dan kesetiaan.

Jadi jodoh itu kita yang menjadikan, bukan Tuhan?

Engkau yang mengupayakan, Tuhan yang menyetujui.

Terus, ada berapa jodohku, Om?

Banyak sekali.

Lho, banyak sekali?

Ya, ada satu jodoh untuk setiap kelas pribadimu. Jika engkau kelas biasa, jodohmu biasa. Jika engkau kelas hebat, jodohmu juga hebat.

Jadi itu maksudnya "Wanita baik untuk laki-laki baik, dan sebaliknya" ya, Om?

Tepat sekali!

Jadi kalau aku rajin belajar, rajin bekerja, menjaga kesehatan dan kebersihan, meramahkan sikap, menghormati orang tua, menyayangi saudara dan sahabat, jujur, dan selalu mensyukuri nikmat Tuhan, maka aku akan disandingkan dengan pribadi yang sesuai kebaikannya?

Super sekali!

Tapi, kok setelah menikah banyak yang berantem?

Itu masalah penyesuaian bagi kalian berdua, agar kalian pantas bagi kelas keluarga yang penuh kesejahteraan dan kebahagiaan, pada derajat-derajat yang lebih tinggi.

Hmm...jadi semuanya bergantung kepada kebaikan diriku ya, Om?

Betul.

Wah, terima kasih ya, Om. Kalau aku ada pertanyaan lagi, aku bisa tanya ya?

Ya, anytime. Tapi sekarang sana gih, gembirakanlah orangtuamu, jadikanlah dirimu berguna.

(Mario Teguh)

#ilustrasi diunduh dari sini

4 comments:

Anonymous said...

Wah idham bahasannya udh jodoh aja nih.. semoga segera dipertemukan dengan jodohnya yaaaa :D

Idham P. Mahatma said...

Iya, maklum usianya sudah nanggung. Hehe.
Amin, semoga kamu juga begitu.

Nurman said...

Kak, blognya bagus :)
Templatenya buat sendiri ya kak?

Idham P. Mahatma said...

Ini semua template umum. Akan tetapi dengan sedikit modifikasi.
Silakan dicoba.

Post a Comment

Followers