December 31, 2012

Kekasih Tak Pantas Dicintai



Frinji-frinji bercahaya menguapkan serpihan senja. Senja yang teramat merah hingga setiap yang melihat pasti mengedipkan mata dengan cepat. Sekelibat tampak seperti tirai yang megah. Membungkus sebongkah peristiwa tentang antologi kisah. Kumpulan lembar yang bercerita kepadamu tentang manis sendunya cinta. Barangkali tak ada yang semanis jatuh cinta dan tiada yang sesedih kehilangan. 


Bagiku hal terindah adalah ketika kau mencintai seseorang yang juga mencintaimu. Dan juga menurutku perihal paling haru ialah saat kau mengharapkan seseorang yang sama sekali tak mengharapmu. Boleh jadi kau murung mengenang satu atau dua analogi di atas. Namun, hidup memang selalu mencipta pasangan sebagaimana seharusnya.

Pikiranku melayang membawa ungkapan-ungkapan manis saat kehilangan cinta. Siapa bilang putus cinta tak memiliki keindahan? Karena sungguh, indah atau tidaknya sesuatu semestinya menurut sudut pandangmu. Dari sisi depan bisa jadi membiru menguakkan tangis, tapi di lain sisi kian memesona dengan warna-warninya. 

Di sepasang mataku, aku senantiasa merasa jikalau perpisahan murni berwarna abu-abu. Warni simbol keraguan abadi. Mengapa harus abu-abu? Tidakkah jingga atau ungu juga merupakan warna keraguan? Entahlah. Mungkin sudah dibagi sedemikian baiknya sehingga abu-abu yang menerima. 

Kuingat lagi lembar memori tentang manisnya kisah sedih. Kau tahu, tak ada yang lebih melankolis dari kehilangan. Terlagi sengaja melepaskan untuk kebahagian seseorang yang dicintai. Bagiku itu sangat tidak manusiawi. Mengapa dia bisa berbahagia dengan orang lain di atas kesedihanmu? Mengapa kau rela melepasnya untuk orang lain demi mengemas bahagia? Bukankah cinta harus memiliki? Ya. Perlahan kutunjukkan tentang di mana kesalahanmu. 

Ketika seseorang benar-benar jatuh cinta, maka ia akan terus menjaga pasangannya tepat di sampingnya, marah ketika ada suatu gangguan, serta takkan melepasnya untuk orang lain. Takkan. Barangkali saat kau tak memiliki ketiganya, kusebut kau tidak benar-benar jatuh cinta atau juga jatuh cinta semu. Dan apabila dia yang kaucintau benar adanya mencintaimu, dia tak akan membiarkanmu mengemis secerca perhatian kepadanya.

Jadi, coba renungkan tentang apakah dia adalah sebenar-benarnya kekasih hati, atau juga kamu memang pribadi yang pantas dicintai...
(IPM)

Surabaya, 1 Juni 2012
#Ilustrasi diunduh dari sini

0 comments:

Post a Comment

Followers