January 14, 2013

Ada yang Merenung di Pertengahan Januari



Hari ini, ada yang sibuk membalas segala ucapan dari berbagai teman. Lebih rinci: ada pesan elektronik berisikan doa, ada komentar yang sengaja disisipkan pada laman sosial media, serta ada bingkisan video untuk mencerna segenap makna memoria.

Oh, segalanya terbungkus rapi nun cantik, dan kau, mungkin akan sedikit menyesal ketika keindahan itu harus terkurangi, ketika ingin kautahu apa isi segala hadiahmu tadi. Kau membukanya perlahan, dalam hati, ingin sekali kauterima ini-itu sebagai hal paling berkesan.
 

Namun, pemberian ialah berarti pemberian, yang meninggalkan kenangan kala kau menyematkan segenap perhatian. Kadang, jikalau itu berasal dari seorang yang istimewa, boleh jadi barang usang, akan menjadi tak ternilai berjuta uang. Dan sebaliknya, ketika orang yang kau benci dengan rela dan tulus memberi, mungkin saja kau menganggapnya sebuah hinaan caci. Tak apa, itulah tabiat manusia.

"Kau manusia, bukan? Maka tersenyumlah, cukuplah seluruh untaian tadi sebagai lolongan anjing di malam sepi. Perih. Tapi tiada yang memerhati."

Aku pernah membaca sifatmu pada buku-buku kepribadian. Katanya, seseorang yang terlahir pada rentang 22 Desember hingga 19 Januari memiliki sifat yang tekun, pantang mundur, sering tidak percaya pada omongan orang lain, serta terkadang pesimis. Aih, sungguh naif buku itu, yang mengotak-kotakkan manusia menjadi dua belas golongan saja. Dan golongan tertentu, kemudian dipasangkannya dengan golongan lain yang sejalan. Oh, sebegitu mudahkah Tuhan menciptakan takdir? Adakah manusia-manusia itu harusnya lebih berpikir? Bukankah setiap orang diciptakan istimewa, terlepas dari sifat yang ia bawa?

Lantas, kau merenung. Kini kubiarkan kau menggadai senyum. Terkadang, kebahagiaan ada untuk mereka yang tersakiti. Dan mungkin, dalam hatimu kini, ada nurani yang berbisik lirih: semoga tahun depan, aku masih bisa bersama kalian. Kalian, yang kau definisikan: orangtua, sanak keluarga, sahabat, teman-kawan, serta sesiapa yang datang dan menghadiahkanmu keriangan.

Mungkin, awalan di atas bisa sedikit direvisi: hari ini, ada yang sibuk membalas segala ucapan dari berbagai teman dan membaca pelan sebuah pemberian. Lebih rinci: ada pesan elektronik berisikan doa, ada komentar yang sengaja disisipkan pada laman sosial media, ada bingkisan video untuk mencerna segenap makna memoria, dan tunggu, ada juga secarik karangan yang sengaja dibuat agar menjadi kenangan. Kau baca, lalu harumu seketika tumpah.

Ini pemberian dari seorang sahabat. Sederhana, semoga dapat berkesan lama.

Selamat ulang tahun, Ade Tria!!!
(IPM)

Surabaya, Januari 2013
#Ilustrasi diunduh dari sini

1 comments:

Endang S Harahap said...

love this quote "Aih, sungguh naif buku itu, yang mengotak-kotakkan manusia menjadi dua belas golongan saja. Dan golongan tertentu, kemudian dipasangkannya dengan golongan lain yang sejalan. Oh, sebegitu mudahkah Tuhan menciptakan takdir? Adakah manusia-manusia itu harusnya lebih berpikir? Bukankah setiap orang diciptakan istimewa, terlepas dari sifat yang ia bawa?" :)

Post a Comment

Followers