July 03, 2013

Mengais-ngais Masa Lalu



Kamu selalu mengajariku mengais-ngais masa lalu
Memaksaku untuk kembali menyentuh kenangan
Terdampar dalam bayang-bayang yang kaugurat secara sengaja
Seakan-akan sosokmu nyata
Menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang merusak kebahagiaan

Dalam kenangan kau seret aku perlahan
Menuju masa yang harusnya aku lupakan
Hingga aku kelelahan
Hingga aku sadar, bahwa aku sedang dipermainkan
 
Inikah caramu menyakitiku?
Inikah caramu mencabik-cabik perasaanku?
Apa dengan melihat tangisku itu berarti bahagia buatmu?
Apa dengan menorehkan luka di hatiku berarti kemenangan bagimu?
Siapa aku di matamu?
Hingga begitu sulit kau lepaskan aku dari jeratanmu.

Apakah boneka kecilmu ini dilarang untuk bahagia?
Apakah wayang yang sering kaumainkan ini dilarang untuk mencari kebebasan?
Mengapa kau selalu perlakukan aku seperti mainan?
Kapan kau ajari aku kebebasan?

Ajari aku caranya melupakan.
Meniadakan segala kecemasan.
Meniadakan segala kenangan.

Nyatanya derai airmataku hanya disebabkan olehmu.
Ajari aku caranya melupakan.
Sehingga aku lupa caranya menangis.
Sehingga aku lupa caranya meratap.

Karena aku selalu kenal airmata.
Aku hanya ingin tertawa.
Sehingga hati aku mati rasa akan luka.

@dwitasaridwita 
#Ilustrasi diunduh dari sini

0 comments:

Post a Comment

Followers