January 31, 2013

Petikan dalam Rectoverso



Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya dapat kugapai sebatas punggungnya saja. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan.

Seseorang semestinya memutuskan bersama orang lain karena menemukan keutuhannya tercermin, bukan ketakutannya akan sepi.

Dengarkah kamu? Aku ada. Aku masih ada. Aku selalu ada. Rasakan aku, sebut namaku seperti mantra yang meruncing menuju satu titik untuk kemudian melebur, meluber, dan melebar. Rasakan perasaanku yang bergerak bersama alam untuk menyapamu.

(Rectoverso, Dee)
#Ilustrasi diunduh dari sini

7 comments:

Zulie Sii Nuwnana Shinchand said...

Cinta yang mampu membuatkan kunci untuk pintu yang tidak pernah terbuka :-D

Idham P. Mahatma said...

Hoho. Sedap ya kalau bicara soal cinta. Hehe. Satu kata, berjuta rasa.

Zulie Sii Nuwnana Shinchand said...

Engga akan penah ada endingnya :v

DreamCatcher said...

Ketika cinta mengetuk, sanggupkah kau menahan diri dan tak membuka pintu hati???

*The Dreamcatcher*

Idham P. Mahatma said...

@Zulie : Iya. Terus berjalan ke arah semaunya.

@Dream Catcher : Kayaknya tidak sanggup T_T

Zulie Sii Nuwnana Shinchand said...

@Idham :Ahaha, Ia akan berjalan kemanapun rasa mambawanya
mendengar sekitar tapi ia seakan2 tuli untuk mendegar sekitar :p

Idham P. Mahatma said...

@Zulie : Ya itulah cinta. Yang dapat dirasa, namun sukar apabila ingin kaupeluk dia seketika.

Post a Comment

Followers