June 01, 2013

Istimewa



Sudahkah kau menemui belahan jiwamu, hingga kau tak lagi berpaling ke lain sisi? Dengannya, kau seakan lengkap. Sejalan. Seirama. Dalam setiap nada dan kata. Barangkali, kekasihmu itu sungguh menerimamu utuh, tanpa kurang, dan kesah. Dari ronanya, kau bisa menyaksi, betapa beruntungnya kau dengannya berkasih. Dia, seakan-akan memahamimu dengan sarat. Penuh. Berlebih. Hingga, tak perlu kau meruapkan rasa ke sesiapa, selain dengannya.

Indah, bukan?


Aih, mana mungkin di dunia ada yang seperti itu. Bukankah nestapa selalu ada di setiap saku para pasangan? Sekarang, tinggal kau belajar memilih, waktu yang tepat untuk membukanya. Alih-alih bersenang, boleh jadi segala suka hanya akan mewujud kenang. Dan kau, selaksa malam-malam terdahulu, berkasih dengan bulan yang kesepian.



Sebelum tiba saatnya, kau tak perlu mengiba khawatir. Cukuplah Tuhanmu yang mengatur segalanya kelak. Bukankah kau, atau juga dia, hanya bisa berencana, sedang Tuhanmulah penyetuju seluruhnya? Maka, bolehkah saat ini aku mengistimewakanmu? Sebelum hina masaku, kelak, kau hanya akan sanggup mengenang. Ketika aku tak berpulang, sementara kau pelan-pelan memanggilku tanpa bimbang. Sayang, aku takkan pernah datang...



Istimewa

By Petra Sihombing



Hanya dia yang mengerti aku

Cuma dia yang bisa luluhkan hatiku

Hanya dia yang manjakan aku

Cuma dia kan ada di dalam hatiku



Lagu ini kunyanyikan untuknya

Bukan hanya sekedar lagu cinta

Karena kutak hanya cinta biasa

Cintaku istimewa



Hanya dia yang tahu diriku

Hanya dia yang bisa baca pikiranku



Lagu ini kunyanyikan untuknya

Semua dari hatiku sepenuhnya

Sungguh tulus cintaku kepadanya karena dia istimewa

Hanya dia yang membuatku begini, merasa istimewa

***

#Ilustrasi diunduh dari sini

0 comments:

Post a Comment

Followers