June 02, 2014

Spasi



Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi?

Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang menjadi semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu.

Napas akan melega dengan sepasang paru-paru yang tak dibagi. Darah mengalir deras dengan jantung yang tidak dipakai dua kali. Jiwa tidak dibelah, tapi bersua dengan jiwa lain yang searah. Jadi, jangan lumpuhkan aku dengan mengatasnamakan kasih sayang.

Mari berkelana dengan rapat tapi tak dibebat. Janganlah saling membendung apabila tak ingin tersandung.

Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring dan bukan digiring.

 -- Dewi Lestari, Filosofi Kopi

4 comments:

dita amalia said...

suka banget sama kutipan nya ka dee lestari yang ini :)

Idham P. Mahatma said...

Iya, sama, saya juga suka. Favorit dah.

kaktus genius said...

like..:)

Idham P. Mahatma said...

Terima kasih atas apresiasinya.

Post a Comment

Followers