August 05, 2013

Balasan bagi Pecinta Diam-diam




      She wears heels and she always falls,
      so I let her think she's a know-it-all.
      But whatever she does wrong, it seems so right.
      My eyes don't believe her,
      but my heart, swears by her.
                                                                (Baby Blue Eyes – A Rocket To The Moon)

Pernahkah kau terlanjur amat suka pada seseorang? Atau, bahkan kau tak bisa melihat selain dia di pelupuk pandang? Hanya dia, cuma ronanya.

Kau tak peduli. Terus mengamati, dari ujung lesung hingga telapak kaki. Dia takkan pernah tahu. Namun, bukan soal bagimu.
 
Balasan terbaik apa untuk sang pencinta diam-diam? Jawabnya keabu-abuan, yang tiada berkesudahan.

Maka, masihkah kau tak mau menujukkan rasamu di depannya? Setidaknya agar dia mengerti. Bukankah paling sedih, apabila nyatanya dia juga menanti, pengakuan rasamu dengan sepenuh hati, sedang kau masih merupa pengecut yang tak berani?
(IPM)

Surabaya, Agustus 2013 

#Ilustrasi diunduh dari sini

4 comments:

bella citra Dinasti said...

dam ahhhh jangan gitu, cinta dan kemuliaan itu beda tipis loh, saya memilih mencintai diam-diam, dalam doa dan dalam sajadah, agar langsung sampai kehatinya. Dan menurut saya Tuhan adalah pengatur skenario terbaik, dalam masa menunggu lebih baik memperbaiki diri. Agar tak sia-sia tumbuh jadi wanita yang sesungguhnya :)Selamat mencintai diam-diam dalam kemuliaan. Itu jauh lebih pemberani.

Idham P. Mahatma said...

Iya, ini untuk lelaki ceritanya.
Kalau wanita, ya sebaiknya seperti katamu.
Jodoh di tangan Tuhan, bukan? | Iya, bagi yang mau segera mengambil.

Fani Meilisa said...

insteresting , kalo versi cewe nya rectoverso - hanya isyarat. good job bro..keep writing :D

Idham P. Mahatma said...

Makasih Kak Fani.

Ngomong" Rectoverso, bagian ini nih di Hanya Isyarat yg paling mantab:
"Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun, orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggungnya saja... Seseorang yang hanya bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan." Hal 52.

Salam berkarya!

Post a Comment

Followers