August 14, 2013

Dariku, Jiwa yang Tak Pernah Lelah




Hari ini, aku menyaksimu tiga kali dalam pejam.

Pejam pertama, aku mencatat segala bentuk siluetmu yang terbata. Garismu patah-patah, tapi kujamin tetap kian memesona. Kamu, dengan sempurna menyadarkanku bahwa Tuhan senantiasa mencipta hal-hal indah. Selaksa dirimu, salah satu alasan mengapa aku tak perlu kafein, atau nikotin, untuk tetap terjaga sepanjang malam. Cukup berimaji seraya kau mendampingi, sembari memejam sesekali, maka hampir pasti di setiap inti detik dalam hari itu masih ada aku, yang bermata menjagamu.

Pejam kedua, aku menjadi satu-satunya lelaki bukan dari keluargamu yang berkenan menggurat indahmu utuh. Entahlah, aku sebenarnya tak percaya akan apa itu makna bunga tidur. Akan tetapi, pejamku tadi, menguakkan sketsamu tanpa cacat. Lengkap, dengan gerai panjang rambutmu yang menyingkap kala tertiup angin gelombang. Kau tahu, tak mungkin aku melakukan itu dalam nyata. Perangaimu rapat kau tutupi, sendiri. Dan sesiapa kauterka tak sanggup menikmati. Kecuali kelak, saat ada tangan seseorang yang berjabat dengan jemari ayahmu, sembari mengucap janji di atas kitab agamamu yang suci. Kau tahu, sungguh kuharap orang itu mewujud aku.


Pejam ketiga, aku belum berkata apa-apa padamu. Nyatanya, aku hanya memejam dalam diam. Aku khawatir ketika aku mengutarakan semua, justru kamu akan menolak perasaan ini dan pergi. Atau, aku terlalu takut kamu akan menerima, sedang aku belum mempersiapkan segalanya agar kau senantiasa bahagia. Kita masih di sini, bukan? Aku, kau, belum menjadi apapun di dunia. Masih 'kencur', masih tak pantas disebut dewasa. Maka, perkenankanku memantaskan diri mendahuluimu. Aku mau kau bangga, punya kekasih yang berjuang keras mendapatkan ratunya: kau, Tya.

Biarkan aku berkarya untukmu sekali lagi. Tenanglah, aku tak pernah lelah. Dan aku mengharap kau demikian sama di sana: duduk memejam, menanti aku datang.

Aku janji takkan lama. Oh padamu, pernahkah aku berdusta?
(IPM)

Surabaya, Agustus 2013

#Ilustrasi diunduh dari sini

0 comments:

Post a Comment

Followers