September 28, 2013

Hujan yang Kuberi



Aku teramat ingin memberimu hujan.
Matamu tak memerah, meski beberapa kelopak bunga yang kau suka, kuraibkan sesegera.

Lalu aku membiru, bergegas melukiskan sedih pada ronamu.
Tinta ini, kutakzimkan menitikan air mata pada pedihnya hati. Namun, sesalku menghampiri.
Kau, hanya akan selalu begitu. Berdiri. Sendiri, tersenyum menutupi lukamu yang kian sunyi.

Aku teramat sangat ingin memberimu hujan.
Kekasihmu itu, yang kau kenalkan padaku di sepenggalah siang, kini tak mau lagi menyapamu.
Dia lupa, atau sengaja melupa. Dan kau tahu, aku sungguh tak bisa menemanimu berimaji, sesaat selepas dia pergi.

Kuulangi, aku teramat ingin memberimu hujan.
Air yang basah di pergelangan, serintik kemudian, tetapi tak kau usap ia perlahan.
Kelak, ia akan menelusup masuk ke matamu. Lantas kau pedih. Berkedip. Lalu sampailah ia pada retinamu yang kaca.

Aku telah memberimu hujan.
"Kapan?" kau pelan bertanya.
Kemarin. Tetapi tak ada lagi esok, atau lusa, serta hari yang lain.
"Mengapa? Tidakkah katamu kau setia?"
Maaf. Aku lelah...
(IPM)

Bandung, September 2013

4 comments:

Alif Kholifatul Jannah said...

di bogor atuh aa' sering hujan :p

Idham P. Mahatma said...

di bandung atuh teteh juga sering hujan :p

Alif Kholifatul Jannah said...

Jadi sebenernya kota hujan itu kota apa sih? #lieur :D

Idham P. Mahatma said...

Kota dengan awalan "B"
Bogor / Bandung

Post a Comment

Followers