September 17, 2013

Jesse - Celine




Kita bukan Jesse dan Celine dalam Before Sunrise, Sunset, and Midnight...
 
Kita tak pernah bertemu di kereta api, meruang ke restorasi untuk berkenalan, dan merajut cerita tentang utuh satu malam.


Sepanjang gelap, kita tak saling berbagi peran untuk sekadar berpura menelpon seorang sahabat. Dalam sinyal semu, kita berkisah perihal masing-masing, yang dirasa, dan yang diharap mewujud nyata.


Kita tak pernah bertemu di toko buku tua di Paris, menakdirkan jalan ke cafe untuk secangkir kopi hambar, dan melewati ujung sungai demi panjang percakapan.


 
Sebelum pergi, salah satu dari kita tak melukis kisah terdahulu dalam buku yang akan diterbitkan. Hanya untuk sebuah malam, beratus halaman kita terka tak cukup menggambarkan.

Kita tak pernah bertemu kembali dalam van berisi dua putri kembar, cantik, berambut pirang khas non-pribumi, hasil buah cinta beberapa malam sebelumnya.


 
Sebelum tengah malam, kita berjanji untuk bersama, selamanya, dalam suka dan duka. Setelah lelah berhangat dengan kecup, dan telepon dari mantan kekasih.



Maafkan aku, Sayang. Maaf. Kita tak sama dengan Jesse-Celine, bukan?

2 comments:

Sun Shine said...

suka :)

Idham P. Mahatma said...

Terima kasih atas atensinya :D

Post a Comment

Followers