November 12, 2013

Lelakimu itu Aku


Jika lelakimu berkata bahwa dia akan mencintaimu selamanya, tentu saja dia sedang berdusta.
Bukankah dunia ini memiliki batas?
Bukankah setiap kasih, atau juga perasaan mempunyai tenggat akhir?
Bukankah kau dan dia hanya sepanjang frasa: “Hello–Goodbye”?

Lalu, mengapa kau merutuk atas segala yang pergi?
Akankah dengan begitu, lantas dia kembali?
Maka, lepaskan.
Bebaskan.
Biarkan dia pergi membawa kenanganmu.
  .
Pintaku, lihatlah lamat-lamat sekitarmu.
Adakah dia yang lain tengah berbahagia atas kepergiannya?
Adakah dia yang lain bersiap menghapus sedihmu untuk membangun lesung tawa?
Adakah dia yang lain kini menemani di setiap senja?
Atau, adakah dia yang lain itu adalah aku, yang mewujud sahabatmu, yang bersiap merengkuhmu, kala ragamu benar-benar butuh.
p
Tenang saja, aku tak memaksa.
Aku hanya memberi opsi, siapa tahu kau memahami.
Inilah aku, lelakimu, yang hanya menanti, batinmu sudih memaknai.

–idhampm

2 comments:

cik karmila said...

salam santai dari m'sia..aku suka baca semua karya kamu..^^

Idham P. Mahatma said...

Terima kasih atas apresiasinya.
Salam dari Indonesia.

Post a Comment

Followers