December 06, 2013

Jika Dia Mencintaimu...




Pagi buta, ada seorang teman wanita yang melempar tanya kepadaku: menurutmu, apa makna kekasih itu? Tanpa pikir panjang, spontan kujawab singkat: seseorang yang kau tujukan segenap rasa kasihmu, tentu dengan beberapa aturan di dalamnya. Kau, pasti akan kembali merenung, tak mengerti apa maksud ‘dengan beberapa aturan di dalamnya’. Maka, kutuliskan penjelasannya. Simaklah!


Jika dia mencintaimu, dia akan tersiksa dalam keadaan di mana engkau tak dekat dengannya.


Cinta itu kangen, kalau tidak kangen, tidak cinta. Sesibuk apapun dia, kalau dia mencintaimu, dia akan menghubungimu. Cinta itu memerlukan kedekatan. Sahabat adalah satu jiwa dalam dua badan yang terpisah. Cinta adalah kekuatan yang mensahabatkan, jadi otomatis kau ingin dekat.



Jika dia mencintaimu, dia akan menghormatimu. Di mana tidak ada hormat, tidak mungkin ada cinta.


Api dimatikan oleh air; sementara cinta dimatikan oleh pengabaian. Masalah yang terjadi pada saat pacaran, bisa saja terjadi lebih parah pada saat sudah menikah, tapi disembunyikan; karena demi anak, demi orang tua, demi karir suami, demi karir isteri.


Banyak orang memasuki hubungan dalam keraguan, tapi pasti menolak nasihat. Maka sebetulnya, nasihat mengenai pemilihan kekasih yang baik, sudah didengar sebelum memasuki pernikahan yang salah, tapi selalu dibantah.



Jika dia mencintaimu, dia akan bersabar dengan kekuranganmu, sebagaimana engkau juga bersabar dengan kekurangannya.


Laki-laki yang mengatakan matre kepada wanita yang menuntutnya untuk sukses, adalah laki-laki yang minder/pesimis, yang menganggap kehidupan tidak akan ramah kepadanya. Dia hanya mengharapkan wanita menerima apa adanya, padahal dia tidak ada apa-apanya.


Jadi, laki-laki kalau dituntut hebat oleh wanita, patuh saja. Sebaliknya, wanita jika dituntut tampil anggun oleh laki-laki, menurut saja.


Kedewasaan itu lahir bukan karena usia, karena banyak anak muda, marahnya lebih anggun daripada orang tua. Sampaikanlah kebenaran dalam kesabaran; kalau kau yakin benar, maka kau tinggal bersabar. Karena perubahannya bukan tanggung jawabmu, tapi tanggung jawab Tuhan, tugasmu hanya menyampaikan.



Cinta adalah kekuatan yang menyatukan, jadi adalah aneh jika dua orang menyatakan saling mencintai, tetapi hidup saling terpisah.


Kesatuan yang paling indah adalah persahabatan. Karena banyak suami isteri yang tidak kangen, dan mereka hanya bicara kalau bertengkar. Bukan kurangnya cinta yang menjadikan kebersamaan tidak membahagiakan, tetapi tidak cukupnya persahabatan.



Jika dia mencintaimu, dia tidak akan membagi cinta. Dia akan setia, seperti engkau setia kepadanya.


Cinta itu penghormatan, maka hormati pasanganmu, karena kita tidak bisa berlaku dalam cinta kalau tidak adil.



Jika dia mencintaimu, dia tidak akan membanding-bandingkanmu dengan orang lain. Jika dia mencintaimu, dia mensyukurimu.


Bukan pekerjaan yang membuatmu bahagia; tetapi kebersamaanmu, pekerjaan itu untuk membiayai kebersamaan.



Jika dia mencintaimu, dia akan meninggalkan kebiasaan buruknya. Bagaimana mungkin dia mencintaimu sambil memelihara keburukan yang juga buruk untukmu? Banyak di antara kita santai sekali dalam kualitas hubungan, jatuh cinta hanya satu kali.



Jatuh cintalah berkali-kali, tetapi dengan orang yang sama. Temukanlah cara untuk mencintainya dengan cara-cara yang baru.


Banyak di antara kita demikian mementingkan kesendirian, yang bangga dengan kesombongan, dengan gengsi, tanpa melihat bahwa berdua tetap lebih indah, di dalam persahabatan yang tulus, yang saling memuliakan.



Jika dia mencintamu, dia tidak akan membuatmu menunggunya tanpa kepastian.


Sebagian wanita dia berpikir bahwa dia setia, padahal sebetulnya itu adalah kebodohan. Kisah cinta yang seindah apapun, tapi tidak berakhir dalam pernikahan, hanya akan menjadi cerita derita.


Pernikahan yang sederhana dan biasa, tidak bisa dikalahkan oleh percintaan yang tidak jadi pernikahan. Dicintai itu indah, tapi dicintai tanpa berupaya dicintai itu lebih indah lagi.



Orang yang pantas dicintai adalah orang yang sibuk mengindahkan dirinya.


Ia tahu bahwa ilmu sebagai peninggi derajat, ia kemudian meninggikan ilmunya, supaya meninggikan derajat pribadinya, supaya meninggikan derajat pasangannya. Kemudian, dia menghormati rezeki, menghormati uang; karena dia sadar akan datang masa di mana rezekinya tidak sebaik ini. Supaya diberikan suami yang rezekinya besar dan pantas dikelolanya.



Ada kepantasan untuk segala sesuatu. 

Maka, apabila kau diberikan kekasih yang begitu menyulitkanmu; itu tanda bahwa kau adalah pribadi yang mempersulitnya, atau mempersulit diri sendiri. Penderitaan adalah pemberitahuan, bahwa ada kebaikan di balik perubahan yang kau tunda.



Maka, jika dia mencintaimu, kau tahu kau akan dibahagiakannya dalam kesungguhan untuk menjadi bagian yang membahagiakanmu... 


Sekarang, sudahkah kau mengerti, tentang apa makna kekasih sejati?


Ilustrasi diunduh dari sini

4 comments:

bella citra Dinasti said...

Nah point yang jika dia mencintaimu dai tidak akan menunggumu untuk ketidak pastian, mak jleeeeb banget hahaha, gara-gara posting ini saya jadi sadar *curcol

Idham P. Mahatma said...

Lebih baik sadar sekarang, dan meninggalkan, daripada nanti saat sudah terlanjur sayang. Hemm, selamat berpetualang!

Audia Faza Intifada said...

kayak mario teguh banget :D

Idham P. Mahatma said...

Iya, seperti Mario Teguh.

Post a Comment

Followers