December 27, 2013

Sanggupkah Engkau Setia?


Seorang pria beristeri tanpa sengaja berkenalan dengan seorang gadis di sebuah kantin kompleks perkantoran. Bersebab ada urusan pekerjaan, mereka pun bertukar kontak.
 
Malam harinya sang gadis mulai bercakap dengan pria tersebut.
Gadis               : Mas, hebat ya. Punya usaha sendiri, sukses pula.
Pria                  : Terima kasih.

Esoknya sang gadis menelepon sekadar bertanya kabar.
Gadis               : Kapan ya Mas, kita makan bersama lagi?
Pria                  : Kapan saja boleh.

Setelah itu, mereka masih sering berhubungan melalui pesan singkat dan telepon, sesekali mereka juga pergi makan siang bersama.

Hari-hari berlalu, tiada hari tanpa kontak antara mereka. Sampai suatu hari, sang gadis mengirim pesan singkat. Mas... sebenarnya aku mencintaimu. Aku tahu kamu sudah punya keluarga, tapi aku mau menerima kondisi sebagai isteri kedua. Aku siap, Mas. Dan maaf aku mengganggu perasaanmu, ujar gadis itu.

Dengan berat hati pria itu menjawab, Dik, aku mengerti dan paham maksudmu. Tapi dengan berat hati, aku harus menjawab TIDAK! Aku tahu kamu memang cantik, dan aku yakin semua lelaki pasti mengatakan tubuh dan parasmu elok dan jelita.

Tapi, tahukah kamu mengapa aku bisa tampil baik dan usahaku sukses? Itu semua karena dorongan dan semangat isteriku. Sungguh sangat berdosa kalau aku harus berselingkuh dengan seseorang yang hanya mengagumiku, karena tahu kalau aku sekarang sudah sukses.

Kamu menyukai aku tidak ikhlas, kamu hanya melihat tampilanku semata. Padahal, ada seseorang tersayang di rumah yang telah bersusah payah mendorong aku agar selalu tampil sebaik mungkin, dia adalah isteriku tercinta.

Kalau kamu menyukai aku, artinya kamu tinggal memetik hasilnya, dan cara ini tidak pernah abadi.

Tahukah kamu bahwa aku memulai ini dari nol, dan isteriku yang selalu mendampingiku di kala susah, terpuruk, dan sukses seperti ini. Tahukah kamu bahwa isteriku yang selalu mendoakan kesuksesanku hingga aku bisa menjadi seperti ini. Kamu memang cantik, tapi hati isteriku lebih cantik.

Terima kasih atas cintamu, maaf aku tidak bisa membalas seperti kehendakmu.

Wahai pria, sanggupkah engkau setia?

0 comments:

Post a Comment

Followers