March 10, 2014

Diam, Lalu Buktikan!





Semakin banyak berbicara, semakin berbusa. Adalah diam tetapi berisi, jauh lebih baik daripada nyaring tanpa arti. Wanita tak menginginkan itu. Tak sudih dia menghadap barang janji-janji hampa. Seluruhnya diharap mewujud nyata.

Aku yang sedari dulu mendambakannya takkan membuang peluang sia-sia. Sebelah dariku sangat optimis meraih segalanya. Namun, setengah yang lain gemar meragu, menggerutu, mengeluh, serta menyatakan jikalau aku tak mampu.

Dapat atau tak dapat tetap harus dicoba, bukan? Akan tetapi tiada seorang pun akan menilai dari proses. Semua melihat hasil akhir. Jikalau itu yang terjadi, biarlah aku mencobanya sekali lagi. Hingga lelah. Hingga tergadai seluruh tenaga. Hingga Tuhan bosan dan berkata, “Jadilah...”

Aku masih berusaha merupa semua mimpimu mewujud nyata. Berkoper buku cerita, berlarik majalah, juga literatur sejarah barangkali sebagian kecil dari usaha. Semoga terkejar sebelum tenggat waktu darimu tercecar.

Tuhan, ini aku, hamba-Mu, tengah menantikan anggukan dari-Mu. Bantu aku...

0 comments:

Post a Comment

Followers