March 25, 2014

Lebih Kurang




“Aku tidak berusaha lebih baik dari orang lain. Aku berusaha lebih baik dari diriku yang dulu,” Pidi Baiq.

Ini kalimat ‘penyentil’, sekaligus penyemangat. Betapa tidak, sedari lama, aku terlalu membandingkan kemampuan pribadi dengan milik seseorang. Bahkan, ketika yang lain merasa bahwa melakukan suatu hal adalah mudah, akan tetapi tidak bagiku, maka aku akan mengutuk diri.

“Kalau dia bisa, mengapa aku tidak?” Frasa ini menyeruak, membangkitkan asa, juga menambah beban untuk memperjuangkan sesuatu yang amat berat dirasa. Mati-matian aku berusaha menyalip, tapi apa daya, selalu belum berhasil.

Namun, lambat-laun dalam sunyi, ada hal yang belum kupahami. “Seseorang ahli pada bidangnya masing-masing.” Jadi, untuk apa stress? Untuk apa merasa kecil, ketika ada seorang lain bisa melakukan sesuatu yang bukan bidangmu? Untuk apa merutuk diri agar bisa melampaui hal itu?

Ini aku, dengan segala keterbatasanku... juga kelebihanku.

Sebagai pembicara acara "Pelatihan Jurnalistik bersama Natgeo"

Sebagai moderator acara "Talkshow OKTAN ITB"

Sebagai Juara 1 Lomba Menulis Inspiratif Bidik Misi ITB

2 comments:

Uni chan said...

kyaa~ congrats Idham!
Semangat menulisnya. Aih, bangga punya ketua angkatan kayak kamu! :D

Idham P. Mahatma said...

Terima kasih, Uni.
Terharu.

Post a Comment

Followers