May 13, 2015

Tanda Dia juga Jatuh Hati Padamu




“Selayaknya dendam, cinta itu harus berbalas,” katanya.

Hampir sebulan lamanya kamu mendekati dia dengan rapi dan sistematis. Tips pedekate sudah teraplikasi secara baik. Mulai dari menanyakan kabarnya di setiap pagi, mengajak dia makan siang berdua, sampai menawari dia tumpangan pulang kala kelas kuliah kelar.

Kabar baiknya, dia selalu mengiyakan apa pintamu. Namun, hatimu masih saja ragu. Kamu takut perasaanmu padanya tak berujung indah. Kamu khawatir dia justru tak merasakan hal yang sama. Dan... kamu paling tengsin kalau pada saat menyatakan cinta, justru dia berkata, “Maaf, aku tidak bisa menerima.”

Agar tidak tercipta momen semacam itu, kayaknya kamu wajib menyimak dengan baik tanda-tanda bahwa dia yang kamu cintai, ternyata juga jatuh hati padamu. Apa saja? Coba dibaca pelan-pelan.

1. Kamu Prioritasnya

Ini minggu paling hectic di masa perkuliahan semester ganjil. Ditambah lagi kegiatan unit mahasiswa yang bejibun tiada henti. Selain itu, justru kamu terus-menerus menanyakan kabar kepadanya. Pagi kamu mengirim pesan, “Hari ini ada kegiatan apa?” (Ya, sms berkonten basi untuk mereka yang pedekate).

Nah, dari sini saja kamu bisa menilai. Jika dia yang kamu suka ternyata juga suka padamu, dia pasti akan membalas segala pertanyaanmu, tak peduli sesibuk apapun dia. Karena apa? Kamulah prioritasnya, di atas tugas kuliah atau agenda kemahasiswaan lain. Namun, apabila chat-mu hanya berujung READ tanpa ada tanda-tanda TYPING atau REPLY, coba yang legowo aja ya.

Punten nih, punten. It means he/she doesn’t have feeling to you. Bahasa anak sekarang mah: gak dianggep. Cup-cup-cup, jadi jomblo jangan cepet sedih. Yuk coba lagi.

2. Padamu, Dia Terbuka Tentang Pribadinya

“Hobimu apa? Coba ceritain dong ke aku,” kamu melempar tanya ke dia sembari sarapan di kantin. Dia, dengan segala semangat menggebu-gebunya, bercerita kepadamu perihal hobinya.

“Aku tuh suka baca. Tiap Sabtu hampir selalu ke Gramed. Entah sekadar liat-liat buku baru, atau memang lagi hunting bacaan untuk mengisi kegiatan. Terus ya, aku mah suka banget baca novel genre detektif. Itu seru abis. Besok aku bawain buku favoritku, kamu harus tahu jalan ceritanya deh, bla-bla-bla...”

Hmm, coba dilihat. Kamu tadi cuma bertanya satu kalimat, tetapi jawaban dia, oh, sungguh teramat panjang. Maknanya, dia ‘terbuka’ kepadamu. Dia nyaman menceritakan segala hal pribadinya ke kamu. Belum lagi kamu nanti tanya soal keluarganya, dijamin deh, dia akan berkisah lebih lebar dari yang di atas. Kalau reaksi dia seperti itu, selamat ya, dia hampir pasti juga suka padamu.

3. Antusias Mendengarkan Ceritamu

Sekarang gantian, giliran kamu yang bercerita. Kamu mendongeng soal topik TA yang ingin kamu selesaikan cepat-cepat. Entah tidak sabar wisuda, atau memang sudah jangka waktunya dituntut untuk cepat lulus. Kalau ditilik seksama, ekspresi wajahnya tidak berubah, tetap saja antusias, meskipun kamu hampir setengah jam cuap-cuap di depan wajahnya.

Sepertinya, segala tentangmu menjadi hal yang menarik bagi dia sehingga dia suka mendengar apapun yang terlontar dari balik bibirmu. Kadang, dia juga menimpali, atau sekadar memberi komentar pertanda setuju. Oh, sudahlah, tak perlu pikir panjang lagi untuk langsung menembaknya di akhir pembiacaraan, oke? Ditunggu tanggal pasti jadian kalian.

4. Menepati Janji

Cara paling ampuh untuk melihat apa dia juga suka padamu atau tidak adalah dengan membuat janji bertemu. “Di Kafe Amour, jam 20.00, kita bertemu,” pesan singkatmu terkirim ke ponselnya. Dengan cepat, dia menjawab, “Oke, see you.”

Sekarang pukul 19.55, tetapi dia belum juga menunjukkan batang hidungnya. Dan, sejam setelahnya, hampir pukul sembilan, dia baru bersambang. Katanya, “Maaf ya, aku lupa. Hehe.”

Wah, alamat dah, kamu bahkan tidak diingatnya secara presisi. Dan, well, kalau terlanjur seperti ini, opsi balik kanan mungkin lebih baik diambil. Coba cari dia yang menghargai waktu dan janji untuk bertemu denganmu. Dia yang seperti itu, adalah dia yang juga menaruh hati padamu.

5. Menyiapkan Diri Terbaiknya Saat Bertemu

Ceritanya, dia yang kamu taksir datang saat janji ‘ngopi-ngopi cantik’ disematkan berdua. Ontime pula. Dan... kamu terperangah saat menyaksikan dia datang dengan segala setelan baju terbaiknya. Blues hitam polos lengkap dipadu aksesoris elegan, membuat dia lebih fresh dan dewasa.

Kamu tahu, dia pasti menyiapkan pertemuan ini secara matang. Dia tidak sembarangan memilih sesuatu untuk dikenakan. Beda sekali dibandingin kalau dia pergi bersama teman-teman kuliahnya di hari biasa. Itu berarti, pertemuan denganmu merupa hal istimewa baginya. That’s why, she does somethin’ special.

6. Mengisyaratkan Pertemuan Lagi

Dengan dia tampil beda dan istimewa saja sudah menunjukkan sinyal positif, apalagi kalau setelah pertemuan tadi dia tetiba bilang, “Besok, mau ke mana lagi? Aku punya jadwal kosong lho...”

Sudah, Broh, sikat! Itu tanda bahwa dia merasa nyaman di dekatmu dan ingin bertemu lagi, lagi, dan lagi. Nunggu apalagi? Jangan sampai nunggu ditikung sama orang lain apa?

7. Mengenalkanmu Kepada Teman-temannya

Kalau dia sudah ngenalin kamu ke teman-temannya meskipun kalian belum jadian, 99,99% kamu berada di pilihan yang tepat. Dia telah menerima kamu, bahkan hendak melebarkan sayap agar kamu diterima pula oleh teman-temannya. That’s the last reason you have to show your feeling now.

__
Itu tadi tujuh tanda kalau orang yang kamu cintai juga balik cinta ke kamu, fellas. Sudah paham, kan, apa saja kode-kodenya? Nah, kalau tanda di atas sudah terlihat jelas dalam benak seseorang yang kamu jatuh cintai, sudahlah, jangan buat hidupmu makin rumit dengan bimbang, galau, dan gamang menimbang. Langsung saja nyatakan! Semoga berhasil!

Sebab, selayaknya dendam, cinta itu harus berbalas. Dan... tak ada yang lebih indah selain mencintai seseorang yang juga mencintai kita. Uhh, meleleh.

Semoga posting ini bermanfaat untuk kamu. Iya, kamu, yang lagi maju-mundur menimbang: apakah aku serius menjalani hubungan ini ke depan.

Terima kasih. Salam hangat.
(IPM)

Bandung, November 2014

__
Apabila ada masukan, atau minta pendapat mengenai tulisanmu, sila hubungi penulis di akun twitter: @idhampm atau e-mail: idham.mahatma@gmail.com

5 comments:

kelsi said...

omaigat Idham! ini bener banget :'3

kelsi said...

ijin share yhaa :')

Idham P. Mahatma said...

Iya, Kelsi, bener banget karena pengalaman pribadi. Hehe. Silakan di-share :)

Handhika Blog 2011 said...

nice post dham...
lanjutkan kawan...
salam super. haha

Idham P. Mahatma said...

Makasih, Hand.
Salam super juga :D

Post a Comment

Followers