January 21, 2015

Apa yang Harus Dilakukan saat Cintamu Ditolak?



Usia remaja atau bahkan telah menginjak 20-an biasanya berkutat dengan masalah itu-itu saja, perihal masa depan yang belum jelas dan soal hubungan cinta. Hmm, rasanya keduanya sangat dominan. Tentang cinta? Ah, apalagi. Berapa banyak teman-temanmu yang akut galaunya mikirin kapan punya kekasih? Sepertinya tak terhitung.


Nah, untuk menjawab pertanyaan itu, mereka bergerak cepat menunaikan berbagai strategi. Salah satunya yakni, gencar melakukan pedekate. Setelah dekat, barulah ditembak atau dinyatakan cinta.

Namun, beginilah hidup, seperti bertaruh menggunakan koin logam. Selalu ada dua kemungkinan, muncul angka, atau malah gambar. Cintanya diterima dan jadian, atau malah ditolak dan terluka.

Kemarin, penulis menyempatkan diri mencari bahan untuk nulis postingan ini. Yap, paling gampang mah nanya ke temen deket, baca-baca artikel, nonton video MTGW, sampai... bertanya ke dosen. Yang terakhir urung dilakukan, melihat probabilitas dan memikirkan keselamatan diri sendiri.


Responnya...


Beginilah scene di FTV saat detik-detik nyatain cinta.

“Hmm, sebenernya aku mau ngomong sesuatu sama kamu...”

“Apa?” jawab sang perempuan.

“Sepertinya, aku ada hati sama kamu. Mau enggak jadi kekasihku?”

“.................”

Kalau dia justru diam, tersenyum tipis, lalu balik kanan, itu artinya kamu ditolak. Lalu, kamu pasti sedih banget, melebihi sedihnya saat ujian dengan perhitungan matematis yang rumit, tetapi kamu lupa bawa kalkulator. Sedih pisan!


Kemudian, kamu nanya nih, “Apa yang harus aku lakuin kalau cintaku ditolak, Dham?”

Ya coba lagi. Sampaikan lagi. Katakan lagi dengan cara yang lain.

“Kalau ditolak lagi?”

Ya coba lagi.

“Kalau lagi-lagi ditolak?”

Coba lagi. Namun, jangan sampai membuat dia ngebenci dan ngelakuin hal-hal yang mempermalukan diri kamu.

Bro, Bro, cara menyampaikan cinta itu sebenernya banyak. Enggak harus pula dengan kata-kata, dalam perilaku yang ngebuat dia mengerti bahwa dia dicintai juga bisa. Atau, dengan cara-cara misterius. Kan perempuan suka tuh kalau dikirimi bunga tanpa nama, coklat, pulsa, uang bulanan tanpa nama. Sampai akhirnya dia bertanya-tanya, “Siapa sih yang baik banget sama aku?” Barulah, dari situ kamu muncul.

Kalau kamu bener-bener serius suka sama dia, tapi dianya nolak kamu, coba katakan ini.

“Dari semua lelaki yang menyukaimu, tidak ada yang serius selain aku. Aku pula yang sungguh-sungguh memintamu untuk menikahiku. Yang lain boleh kasih janji apapun, tapi akulah yang benar-benar serius sama kamu.”

Lalu, dia akan berontak dan bilang, “Tapi dia... tapi kan dia...?”

“Oke, gini saja. Kasih waktu bagi dirimu untuk mengenalku. Dan, izinkan aku menunggu dalam harapan baik,” tutupmu, kemudian pamit.

Nah, si perempuan ini kan pasti kepikiran. Ketemu Mr. PHP, janji bla-bla-bla tapi enggak pernah datang ke rumah. Ketemu Mas PHP, bilang syalalalalala, nyatanya enggak ada aksi.

Namun, tadi ada lelaki sederhana, kamu, yang memang belum sesukses Mr. PHP, tapi kesungguhan untuk menjalin hubungannya besar. Memang enggak sekaya Mas PHP, tetapi serius dan berpotensi menjadi pribadi hebat di masa depan. Itu lho yang nantinya membuat perempuan berkata, “Iya, ya.”


Oke, aku kasih tahu salah satu rahasia ya, “Salah satu pemenang cinta adalah dengan setia.” Jadi, meskipun ditolak, ya tetap setia.

Kalau kamu serius dengan perempuan itu, kamu enggak akan main-main dengan perempuan lain.

Pertanyaannya, mau sampai kapan?

Beda lho ya antara cinta, kesabaran, dan kecerdasan untuk tidak menyia-nyiakan kehidupan. Catet itu!

Kalau dia menolak cintamu, mungkin dia yang terbaik menurut penilaianmu, tapi mungkin ada yang terbaik menurut penilaian Tuhan, yang kamu masih abaikan.

Kamu sebegitunya ngejar-ngejar dia yang menurutmu paling baik, tetapi ada perempuan baik lain yang sederhana, tulus, jujur, mungkin juga sudah deket dan sering bertemu, tapi kamu mengabaikannya.

Kan Tuhan begitu, terkadang menutup pandanganmu sampai kamu benar-benar siap. Dan, pada akhirnya, kamu akan bilang, “Mengapa ya selama ini aku ngejar-ngejar dia, padahal ada satu wanita yang lebih baik?”

And romance happens.
___

Kesimpulannya, kalau cintamu ditolak, apa yang harus kamu lakukan?

Satu, upayakan lagi.

Dua, jangan tutup kemungkinan untuk menemukan dia yang menurut Tuhan lebih baik.

Cinta itu sederhana, yang membuat rumit ya manusianya.
___

Hmm, kira-kira itu tadi akhir dari postingan ini. Seperti biasa, semua tulisan di atas bukan serta-merta pemikiran pribadi penulis. Sebagian besar terinspirasi dari video MTGW, cuap-cuap teman dekat yang selalu dijadikan objek observasi, timeline di LINE, twitter, FB, Path, serta pengalaman sendiri.

Kalau ada salah kata dan ketidakcocokan, ya mungkin kita belum jodoh. Finally, cukup sekian dan terima kasih.

Salam hangat.
(IPM)

Bandung, Januari 2015

#Ilustrasi diunduh dari satu, dua, tiga, empat, lima  

4 comments:

Happy Fibi said...

Halo, Idham :D Masih ingat aku? Apa kabar, nih? Aku sempat lupa apa nama blog kamu, sampai2 aku harus cari di google buat nemuin blog ini -___-" Mampir2 ke blog aku juga, donk :v

Ngomong2, bagian ini ngejleb banget, Dham. "Dari semua lelaki yang menyukaimu, tidak ada yang serius selain aku. Aku pula yang sungguh-sungguh memintamu untuk menikahiku. Yang lain boleh kasih janji apapun, tapi akulah yang benar-benar serius sama kamu."

So sweet tenan :D

Idham P. Mahatma said...

Masih, kamu kan anak PENS Surabaya yang punya blog kece itu.
Hehe, sampai segitunya ya, di-googling pula :D

Iya, itu kata-katanya MTGW, Fibi.

Terima kasih ya atas apresiasinya :D

Happy Fibi said...

Kwkwkw. Kece dari mananya -___-" Masih lebih kece blog Idham :D

Ini perasaanku aja, apa gaya penulisanmu beda ya kayak dulu. Dulu sering bikin cerita non fiksi (eh, yakin non fiksi (?) ) yang bikin galau gitu :))

Idham P. Mahatma said...

Blog ini masih sepi pengungjung, Fibi. Belum sekece yang lain. Hehe :D

Iya, lagi mencoba apa yang pembaca suka. Menyesuaikan pasar aku mah :D

Post a Comment

Followers