January 16, 2015

Mengapa Perempuan Tertarik pada Lelaki Nakal?

 
Karena kemarin sudah janji sama diri sendiri untuk menyempatkan waktu agar terus menulis, maka mau-tak-mau harus ditepati. Kan tinggi seorang lelaki adalah ditambah dengan janjinya, ya? Itulah sebabnya, lelaki tak boleh ingkar.
 
Seperti sebelumnya, topik yang sebentar lagi akan dibahas adalah spesial request dari pembaca setia blog ini. Hmm, kalau di radio kan bisa minta lagu buat diputerin, lalu kirim-kirim salam. Hampir sama, kalau di sini juga boleh ‘meminta’, tapi bukan lagu ya, melainkan topik tulisan.

Ya, memang sedikit agak maksain kalau disamain dengan radio. Tapi, ya woles-woles saja lah. Hehe.

Well, basa-basinya udahan, yuk masuk ke topik bahasannya. Let’s cut to the chase!

Judulnya sedikit bombastis ya, mempertanyakan kenapa ada perempuan yang tertarik pada lelaki nakal. Okay, lelaki nakal dalam postingan kali ini adalah terjemahan dari ‘BAD BOY’.

Kalau enggak salah, ada film luar negeri dengan judul serupa ya? Yang main itu Will Smith dan Martin Lawrence. Kalau belum nonton, ya sok nonton. Nah, yang sudah, kira-kira seperti itulah makna dari bad boy.

Buat para perempuan yang baca tulisan ini, tolong jawab pertanyaanku, “Mengapa kalian tertarik pada bad boys?” Jawabannya pasti susah, “Ya karna mereka menarik, Dham. Hmm, apa ya? Ya seperti itu deh, bikin melting.”

Rata-rata jawabnya seperti itu. Ini mah survei kecil-kecilan.

Nah, kalau jawabannya kayak barusan, itu artinya baru mencakup area ‘perasaan’ saja. Belum bisa ngejelasin secara logis mengapa kalian suka.

“Emangnya rasa tertarik selalu ada sebabnya ya, Dham?”

Ya, iya. Mana ada kamu tertarik pada sesuatu atau seseorang tapi hanya sekadar tertarik. Enggak mungkin, pasti ada alasannya. Sekarang, aku break down satu per satu deh ya. Silakan disimak!

Gambaran bad boys dalam pikiranmu, wahai perempuan, seperti apa sih? Yang seperti di bawah ini?


Oh, bukan kayak di atas ya? Sorry pisan, salah gambar. Nah, yang berikutnya pasti masuk dalam kategori bad boys versi kamu. Iya, kan?
 



Kalau bad boys-nya macem gini mah, hampir pasti ekspresimu akan jadi seperti ini.



Sudahlah, sudah, balik ke topik.

“Mengapa perempuan tertarik pada lelaki nakal?”

Itu pertanyaan hasil ungkapan stress para lelaki kutu buku, lelaki anak mami, lelaki rumahan, yang selalu dikalahin sama anak-anak yang tidak belajar bin nakal, yang potongan rambutnya enggak simetri, dicat warna-warni, mirip seperti gulali.

Hayo, kenapa coba perempuan tertarik?

Karena mereka penerobos. Catet itu!

Lelaki nakal tadi itu, yang sebutan lainnya bad boys, adalah contoh seorang penerobos. Mereka yang enggak mungkin jadi pegawai rendahan. Mereka yang enggak menerima begitu saja gaji kecil lantas ikhlas menganggapnya sebagai nasib. Mereka yang tidak tinggal diam ketika dikecewakan.

Iya, mereka itu bakal calon pengusaha, leader yang akan mengubah keadaan, sosok yang terus berani memperjuangkan apa yang dia mau. Terlepas susah dan mengharuskan terjatuh-jatuh.

Kok bisa gitu?

Iya, sebab lelaki nakal, akan menggunakan kemudahannya untuk bereksperimen dengan cara-cara baru. Inovatif. Lebih efektif. Dan, breaking the rule.

Aku kasih contoh deh, hmm...

Misalnya, si bad boy bertamu ke rumah orang. Belum dipersilakan duduk, dia sudah duduk, langsung aja ngobrol seakan rumah sendiri. Lalu, contoh lain, saat ada kuliah pagi, tetapi dia telat, dan apesnya dosen pengampu tidak memperbolehkan dia untuk masuk. Namun, si bad boy tidak kehilangan akal, selalu ada cara untuk membuatnya mendapatkan apa yang dia mau.

Lelaki nakal atau bad boys cenderung menganggap segala permasalahan dalam hidup sanggup diselesaikan dengan caranya. Dia tahu harus ngelakuin apa. Bahkan, saat temannya ketakutan oleh suatu problem, dia akan bilang, “Woles, pasti lewat lah.”

Iya, bad boys itu penerobos.

Orang-orang tipe ini punya ‘kecepatan dan keberanian’ yang tinggi. Hanya saja belum stabil. Namun, Tuhan memerintahkan alam untuk mengapitnya dengan sistem kesalahan dan penyesalan agar mereka menjadi pribadi hebat di masa depan, kata MTGW.

Hmm, kalau sudah begitu, gimana bisa perempuan enggak tertarik dengan si bad boys? Habis, mereka menjanjikan kemapanan di masa depan. Mereka tidak menerima nasib sebagai pemberian Tuhan, melainkan mengusahakan agar sesuai keinginan.

Just cause you’re breathing, doesn’t mean you’re alive, tutupnya.
___

Yap, itu tadi postingan kenapa lelaki nakal menarik di mata perempuan. Tentu tidak semua perempuan akan tertarik kepada mereka. Jadi jangan digeneralisasi. Hanya perempuan yang tahu potensi saja yang akan melakukannya.

Semua yang tertulis barusan ialah hasil rangkuman beberapa materi yang selama 21 tahun menjalani hidup sudah mengendap dalam memori penulis. Entah itu dari obrolan teman, acara televisi, program radio, lagu, serta buku populer, semua diendapkan.

Apabila ada kesalahan dan ketidakcocokan sudut pembahasan, ya silakan berkomentar. Atau, lebih bijak lagi, monggo membuat tulisan versi kalian sendiri. Mari budayakan menulis!

Salam hangat. Terima kasih.
(IPM)

Bandung, Januari 2015

#Ilustrasi diunduh dari satuduatigaempat, dan lima

8 comments:

cik karmila said...

menarik entrynya...i like bad boy...

Idham P. Mahatma said...

Terima kasih banyak atas apresiasinya :D

Dian Sito Rukmi said...

Ada lagi lho, Dham. Bad boys juga nggak seutuhnya 'bad' kan? Pasti ada sisi positif yang orang lain nggak lihat dari dia, dan tanpa disadari, sisi positif itu kadang muncul begitu aja. Dan seorang cewek kalo ngeliat sisi positif dari seorang cowok yang dia pikir 'bad boy', sekecil apa pun itu, bisa mengubah seluruh pandangan dia tentang cowok tadi. *cerita aja sih hehe*

Andrean E Lucianto said...

Cie Dian Sito Rukmi, pernah suka ama 'bad boy' kayaknya haha

Idham P. Mahatma said...

To : Dian Sito Rukmi

Setuju dengan pernyataanmu. Sisi positifnya 'bad boys' itu salah satu sifatnya, yakni: penerobos.
Dan, mungkin itu yang membuat perempuan tertarik kepadanya :D

Idham P. Mahatma said...

To : Andrean Eka Lucianto

Biarkan dia berkreasi, Eka. Hehe :D

Rasmita Yulia Mutiarasari said...

Karena menantang. hahahaha.

Gini, ini sudut pandang yg gue tangkap dari sebagian mereka yg pernah cerita, pendapat blog revolutia(cek blog dia) dan berdasarkan observasi sekilas. Biasanya, yg milih bad boy, cuma buat pacaran aja. Itu lah juga kadang yg jadi alasan renggang atau putusnya mereka yg pacaran. Cowok yg ngga menantang, atau dalam kadar 'baik-baik' nggak seru buat pacaran. Di mana, fase pacaran itu (kata seorang teman) adalah fase penasaran penasarannya. Kalau yg gak ada tantangannya, biasanya akan putus dengan alasan "kamu terlalu baik buat aku" "aku ngga mau nyakitin kamu" blablabla. Karena apa? cowok baik baik itu, biasanya, saat pacaran peran dia tdk sesuai yg diinginkan cewek td (bad boy dll). Cowok baik2 biasanya akan berperan 'kebapakan' dlm arti lbh dewasa, serius, dan protektif. Di mana peran kayak gitu cuma mau didapet cewek, kl udah nikah aja. Jd, saat cewek minta peran layaknya pacar (yg menantang, bad boy, dll) ktemu sama cowok yg minta peran cewek baik2 aja, ya nggak bakal match. pacar ya pacar, suami ya suami. Jadi 'clash of roles', perbedaan peran. Gitu deeeh. berlaku sebaliknya. cmiiw.

Idham P. Mahatma said...

To : Rasmita Yulia Mutiarasari

Hmm, susah memang kalau berhadapan sama yang lebih berpengalaman.
Terima kasih banyak masukannya, Bu Guru :D

Post a Comment

Followers