January 20, 2015

Turun Bersama Ketika Sampai Tujuan


Mau bahas apa hari ini? Yak, segala macem request kalian sepertinya sudah aku lunasi. Namun, kalau ada yang terlupa dan terlewat, ya mohon diingatkan. Maklum, hanya manusia, bukan dewa.
 
Okay, penulis entah mengapa pengen memposting perihal salah satu film Indonesia yang nyeritain tentang kisah cinta remaja. Tenang, ini beneran film, bukan FTV. Judulnya apa? Iyap, Cinta dalam Kardus, punya Raditya Dika.

Kenapa film ini menarik?

Hmm, sebenarnya bukan box office atau apa, hanya saja unik apabila ditilik lebih lanjut. Ceritanya dikemas simple, bergaya anak muda kekinian, meski tanpa A-lister castings, tapi... tetap menitipkan value.

Dari beragam adegan dalam film tersebut, aku masih saja ingat dan terbayang kalimat ini. Iya, kalimat yang diucapin Miko sebagai kesimpulan saat menutup stand up comedy-nya, sebuah adegan di bagian ending.

Gimana bunyinya? Ini dia aku notulensikan.


Kata orang, hanya Tuhan dan supirnya yang tahu kapan bajaj akan belok. Masih seperti itulah apa yang aku rasakan soal pacaran, hanya Tuhan dan pasangan kita yang tahu kapan hubungan kita akan berubah arah. Tapi yang bisa kita lakukan bukannya menunggu dengan ketakutan, yang bisa kita lakukan adalah memegang tangan pasangan kita, tumbuh bersama guncangan di dalamnya, dan turun berdua ketika sama-sama sampai di tujuan.
___

Coba dibaca perlahan, ada benarnya juga ya potongan dialog di atas. Kalau kamu tengah memiliki kekasih, dan jalan kalian berliku, ya jangan nyerah. Apapun yang susah biasanya bertahan lama, kan? Hmm, that’s the point.

Kalau kekasihmu ragu-ragu, ya diyakinkan. Bila kekasihmu mencurigaimu berbuat sesuatu di belakangnya, ya tunjukkan. Jika kekasihmu amat sangat mencintaimu, ya cintai balik dia sebagaimana mestinya.

Segalanya akan sederhana apabila benar itu cinta.

Dan, ketika berdua telah sampai pada satu tujuan, ya turunlah bersama-sama. Semoga pengakhiran itu adalah awalan yang terindah.

Apa itu?

Tanganmu, mendekap tangan orang tuanya, berjanji di depan Sang Pencipta. Menikah.
(IPM)

Bandung, Januari 2015

#Ilustrasi diunduh dari sinisini
 

0 comments:

Post a Comment

Followers