February 15, 2015

Cinta: Hal Sederhana Merupa Indah



Tak tahu mengapa, apa pun yang kamu lakukan, di depan mataku selalu saja merupa indah.
 
Pernah suatu sore kamu mengajakku ke suatu tempat. Kamu, yang sebegitu random, tanpa banyak pertimbangan, secepat kilat meminta bertemu. Yuk makan! Menurutku, itu bukan ajakan, melainkan paksaan. Meskipun pada akhirnya aku mengiyakan. “Aku makannya banyak lho. Cara makanku juga berantakan. Jangan kaget ya,” cetusmu memperingatkan. Sampai di tempat, justru aku yang antusias melihat caramu makan. Kagum.

Saat kamu berjalan, meskipun lebih mirip beberapa langkah gontai, tapi kuanggap itu sempurna. Bak peragawati, menurutku. Rasanya, tak pernah aku mengkritik: kamu kurang ini... atau kamu seharusnya begitu. Tak perlu. Kamu sudah bagus seperti itu.

Ketika kamu berpakaian, tidak peduli padanannya kurang cocok nun norak, kuterka senantiasa mewujud matched. Kadang, aku sampai memujimu tanpa sadar, “You’re stunning today.” Kamu yang terkejut, tentu akan diam beberapa detik untuk kemudian tersenyum manis.

Setelahnya, pasti hariku berubah cerah.
____


Kalau kamu bingung ini artinya apa, biar aku jawab: INI CINTA. Thinking you’re beautiful, though just doing the simplest things.

Cinta itu memperbaiki yang bisa diperbaiki. Namun, tak memaksa. Pada suatu tahap, kamu hanya bisa menerima, dan mulai mencintai kekurangannya.
(IPM)

Bandung, Februari 2015

#Ilustrasi diunduh dari satu, dua 

2 comments:

Happy Fibi said...

Jadi keinget lagunya Tulus - Jangan Cintai Aku Apa Adanya, Dham :p
Suka ceritanya :")

Idham P. Mahatma said...

To : Happy Fibi

Iya, mirip seperti lagu itu ya.
Terima kasih atas segala apresiasinya :)

Post a Comment

Followers