March 08, 2015

Tanda bahwa Dia adalah Jodohmu





Hari ini penulis mau nge-posting mengenai jodoh. Hmm, kenapa? Ya, simple, sebab banyak obrolan soal jodoh yang mengembang di usia tanggung, 20-an.

Di kelas sebelum dosen dateng, ngomonginnya tentang jodoh. Di sekre sebelum rapat, ngomongin jodoh. Di laboratorium lagi titrasi atau ngesintesis, ngomongin jodoh. Sampai-sampai, bimbingan tugas akhir pun ngomongin jodoh.

Hoho, tapi tenang, kali ini bahasannya enggak akan seserius itu, sebisa mungkin pula akan dikemas dengan frasa-frasa kekinian. Biar gahul!

Tulisan ini buat kamu, yang gamang, bimbang, galau, mengenai siapa the one yang akan mengisi sisa hidupmu ke depan. Weits, sedap diksinya!

Penasaran? Yuk mari disimak!

Ceritanya nih kamu jatuh cinta pada seseorang. Dia itu tipe kamu banget. Buat kamu yang lelaki, perempuan ini mah sempurna pisan di matamu. Perilakunya baik, bacaannya berbobot, cantik, dan murah senyum. Istri-able dah pokoknya.

Nah, buat kamu yang perempuan, lelaki yang kamu jatuh cintai ini ya begitu, pinter otaknya, ramah, gerak-geriknya selayaknya gentleman, dan dia loyal serta royal. Wah, udah, suami-able bingits lah.

Beruntungnya kamu, dia itu juga menyimpan rasa yang sama. Singkat cerita, kalian jadian, tunangan, atau apa pun sebutannya untuk mengikat satu sama lain sebelum melangkah lebih jauh ke ihwal pernikahan.


Dari sini, ada satu pertanyaan yang muncul: Apa benar dia untukmu? Lebih lanjut, apa benar dia adalah jodohmu?

Gimana saudara-saudara, bisa jawab enggak dua pertanyaan di atas? Hmm, penulis sendiri juga enggak sanggup ngejawabnya.

Hanya Tuhan, dan waktu, yang mampu menjawab itu.


Sayang memang, jodoh itu enggak punya nomor kontak. Kalau punya mah, bisa telpon-telponan kayak di atas. Hehe, intermezzo.

Nah, kabar baiknya, semua hal yang belum kamu tahu biasanya meninggalkan tanda-tanda yang harus dicermati.

Misalnya, kamu ditanya oleh temanmu, “Bro, hari ini hujan enggak ya kira-kira?” Jawabnya ya, “Enggak tahu.” Namun, kamu perhatikan sebentar langit di atas kepalamu, ternyata mendung, cukup tebal pula awannya. Thus, bisa jadi nanti akan turun hujan. Begitu, itulah yang disebut tanda-tanda.

Jodoh pun begitu halnya, mirip dengan analogi di atas. Lalu, apa tandanya kalau dia memang jodohmu?

Wanita yang baik, menjadikanmu lelaki yang lebih baik. Begitu pula lelaki yang baik, menjadikanmu wanita yang lebih baik.

Itu tandanya. Hmm, kalau dalam hubungan percintaan ini, ngejadiin kamu tidak sebaik dulu, ya sebaiknya kamu harus berhati-hati. Maksudnya? Bentar, dikasih contoh.

Misalnya, setelah ngejalin cinta dengan si dia, eh ibadahmu jadi turun, penghormatan kepada orang lain malah terjun bebas, sering tipu-tipu orang tua sendiri buat dapat uang ekstra, serta melakukan hal-hal yang dilarang oleh norma sosial dan agama, it means that he/she is not good for you.

Sebaliknya, kalau karena dia terus kamu jadi peduli terhadap penampilan, kebersihan, olahraga biar badan sehat wal’afiat, inget orang tua, patuh kepada agama, serta menabung dan berpikir jauh ke masa depan, ya udah, enggak perlu ragu lagi, berarti dia baik untuk kamu.
.

Sesederhana itukah? Jawabnya mungkin.

Sebab, cinta itu terkadang kompleks. Mungkin saja nih dia itu orang yang tepat buat kamu, tapi kamu yang mencintainya dengan cara yang salah, ya pada akhirnya bisa jadi kalian akan berpisah.

Ungkapan bahwa ‘cinta itu enggak pernah salah’ mah benar. Yang salah mah ya manusianya. Memilih orang yang salah untuk dijatuh cintai, atau, mencintai orang yang tepat dengan cara yang salah.

Dengan kata lain, pertanyaan apakah dia untuk kamu atau bukan, sangatlah bergantung pada kamu sendiri.

Berandai-andai, kalau nih ya ada seseorang yang diajukan oleh Tuhan kepadamu, yang dia ini tidak baik, ya mungkin saja itu ujian. Ada kan beberapa orang di luar sana yang saat patah hati atau putus galaunya aduh setengah mati. Seakan-akan besok langit enggak sebiru hari ini.

Padahal, tidak semua cinta yang dihidangkan oleh Tuhan itu yang terbaik, karena sebagian lagi adalah ujian.

Bukankah Tuhan menjadikan sebagian darimu sebagai ujian untukmu?

Terus, gimana caranya tahu bahwa itu adalah cinta yang salah atau suatu bentuk ujian? Hmm, berprasangka baik dulu, perlakukan dia sebaik mungkin. Kalau sesudah itu semua eh tetap tidak baik, artinya dia yang tidak baik, maknanya dia orang yang salah, jadi mungkin ini ujian untukmu.

Karena, sebaik-baiknya cinta kalau tidak kamu perlakukan dengan baik, ya pasti jadi bermasalah. Cinta itu mengharuskan pertumbuhan antar dua pihak.

Enggak mungkin nih yang perempuan hebat, dulunya ketua osis, terus aktif di kampus saat kuliah, kerjanya bener, lalu bersanding dengan lelaki yang doyannya gratisan, pelit, dan belum jadi apa-apa, begitu pula sebaliknya.

Nah, bersebab mengharuskan pertumbuhan antar keduanya, jadi ya ‘harus bin wajib’ selalu ada yang namanya masalah. Masalah itu memang ditemukan karena kita semua setuju perubahan itu baik, tapi tidak semua orang mau berubah.

Di pernikahan juga gitu, setuju bahwa berdua mendewasa itu baik, tetapi tidak setiap orang dalam pasangan tersebut bersedia untuk mengubah kebiasaan buruknya.

Udahlah, Dham, jangan ngomongin nikah. Kekasih aja belum nemu nih.

Ya woles, sembari mencari, ya sembari memantaskan diri. Toh, saat Tuhan tetiba mempertemukan kamu dengan seseorang yang baik, dan kamunya sudah siap, artinya kalau lelaki mah udah mapan, udah punya kerjaan tetap, udah bener agamanya, ya beres, tinggal menjalin hubungan, lalu berkunjung ke rumahnya untuk meminang. Sesederhana itu.
.

Lain ceritanya kalau kamu belum siap, bisa-bisa repot sendiri, dan akhirnya gigit jari saat dia bersanding dengan orang lain, bukan dengan dirimu sendiri. Lalu, kamu pun menghibur diri, “Ya, mungkin dia bukan jodohku.”


Sebelum ditutup, aku mau minjem kata-kata dari Salim A. Fillah. Bunyinya gini: Ketidaktahuan itu indah. Ia membuat kamu berdoa yang terbaik, berniat terbaik, berupaya terbaik, bertawakkal terbaik, dan bersyukur serta bersabar secara terbaik.

Benar banget, karena kamu tidak tahu siapa yang nantinya untukmu, maka kamu akan mengupayakan yang terbaik.

As a final point, akan lebih bijak, jikalau kamu tengah mencintai seseorang, kejarlah sang pemilik hatinya, Tuhan. Dia-lah yang maha membolak-balikkan hati. Semoga pula yang mencintai dan yang akan bersanding denganmu nantinya, adalah dia yang juga berdoa kepada Tuhan dengan pinta yang sama. So sweet!

Tak ada yang lebih indah selain dua orang yang bertemu karena saling menemukan dan sama-sama berhenti karena telah selesai mencari.

Karena orang yang tepat, terkadang tidak dipertemukan oleh Tuhan dengan cepat.

___

Yap, itu tadi uraian mengenai tanda dia adalah jodohmu beserta penjelasannya. Oh ya, tulisan di atas tidak semata dari pemikiran penulis, melainkan dari berbagai sumber seperti: video MTGW, tumblr orang bijak, meme comics di portal internet, klip tembang favorit, hingga buku koleksi pribadi di samping tempat tidur.

Apabila ada kesalahan dan ketidakcocokan penyampaian, ya mohon dimaafkan. Atau, kalau mau diskusi, silakan tinggalkan jejak di kolom komentar. Yang benar mah dari Tuhan, yang salah ya dari manusia.

Akhir kata, salam berkarya!
(IPM)

Bandung, Maret 2015

#Ilustrasi diunduh dari satudua.  

6 comments:

yoona said...

Oh dham ini toh cerita yang minta di komen in? Haha udah aku komen ya Dham, jadi ga usah miscall2 sampai 7x sgala. Bagus dham cerita nya, haha keep writing ya Sob ! Good job!

Idham P. Mahatma said...

To : Widya

Iya, Wid, makasih sudah dikasih komentar pakai akun 'alay'.
Pasti terus menulis, tenang saja, Sob! :D

reineran said...

tulisannya...
:)

Idham P. Mahatma said...

To : Reineran

Terima kasih atas apresianya. Terus berkunjung ya :D

NIKE PRILIL said...

wah..haha bahaya ini mau ngsintesis yang diomongin jodoh..nanti yang jadi kristal kompleksnya malah jodohny yg nongol :D

Idham P. Mahatma said...

To : Nike Prilil

Ya, begitulah kisah hidup mahasiswa tingkat akhir, Pril. Sambil nge-TA, sambil ngomongin jodoh dah. Hehe :D

Post a Comment

Followers