May 29, 2015

Ketika Penyair Jatuh Cinta



Ini puisi ke berapa, aku sudah lupa. Yang kutahu, ketika aku menulisnya, entah untukmu atau bersebab kamu, aku bahagia.
 
Kamu pasti tidak akan mengerti bagaimana rasanya membaca kembali puisi yang sengaja dibuat untuk seorang terkasih? Satu kata: menyenangkan.

Dan, sudah kuduga, kamu juga tidak akan mengerti bagaimana rasanya dibuatkan puisi dari seorang yang tulus mencintai? Satu kata: menyesakkan.


Bila nanti sebuah antologi dilahirkan, dan kukirimkan satu ke rumahmu, tolong jangan terkejut. Jangan juga bingung jika asmamu seringkali disebut dalam lembar halamannya.

“Ini buku, mengapa tokoh utamanya mirip dengan namaku?” Itulah tanya, yang kira-kira terucap saat kamu membuka sampul bukunya.

Kamu banyak tidak mengerti, tak tahu apa-apa.

Salah siapa tidak angkat bicara?
(IPM)

Bandung, Mei 2015
#Ilustrasi diunduh dari satu, dua

2 comments:

yoona said...

Ciyeeeee :P

Shiza Reshmadian said...

jadi ingat, sebuah unknow Quote "Jika seorang penulis jatuh cinta, maka seseorang itu akan hidup selamanya"
benar, karena ketika itu, seseorang yang dicintai sang penulis tentu saja akan menjadi inspirasi terbesarnya. Sehingga dalam setiap tulisannya, entah nama, entah apa yang ada, dirinya pasti ada di dalam karya-karyanya.
Kedengarannya So sweett ... :-)

Post a Comment

Followers