June 12, 2015

Betapa Berharganya Kamu




 
Kuperhatikan sesekali rautmu, tampak murung dan tertekuk lusuh. Mengapa? Ada apa? Mungkinkah kamu tak tahu bila sesungguhnya kamu, seorang wanita, itu luar biasa?

Aku mencuplik beberapa baris yang ditulis Brili, untukmu, agar kamu tersenyum lagi, supaya kamu bersinar kembali. Luangkan waktumu sebentar, nikmatilah...

Katanya, jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah wanita. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.

Ia tidak butuh argumentasi hebat dari prianya. Ia hanya butuh jaminan rasa aman. Ia ada untuk dilindungi, tidak cuma secara fisik, tetapi juga emosi.

Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta akurat, bahasa teliti, atau ungkapan logis. Ia menginginkan satu: perhatian. Kata-kata lembut dan ungkapan sayang akan membuatnya nyaman serta merasa diperhatikan.

Ketika Tuhan menciptakan makhluk bernama wanita, malaikat datang dan bertanya, “Mengapa begitu lama Engkau menciptakan wanita, Tuhan?”

Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat setiap detil yang Kuciptakan untuk wanita?”

Lihatlah dua tangannya, mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, memiliki pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan. Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut, untuk kemudian bertanya, “Tuhan, mengapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh, seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”

Tuhan menjawab, “Itu tidak seperti yang kamu bayangkan. Itu adalah air mata.”

“Untuk apa?” tanya malaikat.

Air mata adalah satu caranya mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan. Ia dapat mengatasi beban lebih dari seorang pria. Ia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri.

Ia sanggup tersenyum saat hatinya menjerit, menyanyi ketika menangis, bahkan tertawa di waktu tengah takut-takutnya. Ia berkorban demi orang yang dicintainya. Ia menangis saat melihat anaknya menjadi pemenang. Ia girang, bersorak, berbahagia mendengar suara kelahiran. Ia begitu sedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia tetap kuasa melaluinya.

Cinta seorang wanita adalah tanpa syarat.

Namun, hanya ada satu yang kurang dari seorang wanita, dia sering lupa tentang betapa berharganya dirinya.
___

Kamu itu berharga. Untuk itu aku di sini, di sampingmu, ingin membuang segala sedih dan menjemput lesung pipitmu lagi. Kamu, bersediakah?
(IPM)

Surabaya, Juni 2015

#Beberapa larik dalam tulisan ini diadaptasi dari buku Mencintai Tak Bisa Menunggu. 
#Ilustrasi diunduh dari sini

2 comments:

semangatnomor1 said...

(y)

Idham P. Mahatma said...

To : Diana Bintang

Terima kasih atas apresiasinya :D

Post a Comment

Followers