December 02, 2015

Terjawab




(3/3)
Ada satu cerita unik saat kamu berkenalan dengannya...

Seperti yang sudah-sudah, kamu selalu melepaskan begitu saja setelah berpapas dengannya. Seakan pasrah. Selayaknya tak ada upaya. Tidak biasanya kamu memperlihatkan gerak-gerik semacam ini. Kamu yang kukenal, senantiasa mengejar apa yang kamu inginkan.

Untuk perihal dia, kamu berbeda. Kamu memberikan jalan cerita kepada langit. Mau dipertemukan dengan cara bagaimana, atau pula tak dijumpakan kembali, kamu tak ambil masalah. Inikah hakikat dari jatuh cinta, yang membebaskan tanpa mengekang alur sebuah kisah?

Dia, Perempuan Bertudung Biru Muda itu, mungkin saja kini tak lagi di dekatmu. Boleh jadi dia sekarang berada beratus kilometer terpisah dari tempatmu berdiri. Hanya, kamu masih yakin dipertemukan dengannya sekali lagi. Keyakinan yang tak tahu dari mana asalnya. Satu yang jelas, kamu percaya.

Matanya, yang mendorong jiwamu untuk melangkah. Parasnya, yang menggamitmu sehingga tak bisa melihat lain wanita. Magis benar memang, ketidakpastian dan jawaban menerka-nerka, membuat manusia memiliki satu dunia yang tak sanggup orang lain memasukinya.

Sekian hari sudah, dia tak menampakkan diri. Sudah pernah kubilang, jangan pernah melewatkan sejengkal kesempatan. Penyesalan, terkadang ialah jalan paling cepat mencapai depresi, berikutnya mati.

Di siang terik itu, sepulang inspeksi lapangan, kamu menunggu pintu lift kantor terbuka. Kamu sudah siap berdesak-desakan, beradu badan agar memperoleh kesempatan naik paling awal. Namun, ruang bergerak naik-turun saat itu cukup lengang. Hanya dua orang menanti, atasanmu, serta kamu.

Kamu tak pernah mengira, pintu yang akan tertutup tetiba tertahan dan terbuka. Dia melenggang masuk, tersenyum, dan diam sejenak. Iya, sebentar saja, hingga bosmu membuka mulut dan bicara, “Kalian tak saling kenal?”

Kamu berharap lantai kantormu lebih banyak jumlahnya. Kamu berharap bosmu tidak ikut naik saat itu. Kamu berharap hari ini datang lebih cepat. Namun, harapan memang seringkali merupa harapan. Tak pernah mewujud kenyataan.

Perkenalan singkat antara dia dan kamu sangatlah minimalis. Kamu berhasil tahu namanya, dan dia mau-tak-mau jadi mengenalmu. Nona K. Perempuan Bertudung Biru Muda itu kini telah berasma.

Kamu tak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Termasuk tidak tahu, jikalau kotak masuk dan daftar panggil di ponselmu kini penuh berjejal namanya. Dia juga tak pernah tahu apa yang akan terjadi ke depan. Termasuk tidak tahu, jikalau pelan-pelan kalian saling menjanjikan satu harapan.

Apa itu?

Kebersamaan.
(IPM)

Cilegon, Desember 2015
#Ilustrasi diunduh dari sini

1 comments:

Happy Fibi said...

Ending yang manis, Dham. Lama gag ke sini nih, tetep kece karyamu ^ ^

Post a Comment

Followers