June 14, 2016

Depresiune


Setiap malam kamu selalu mengkhawatirkan sesuatu. Ada sebab hingga kamu sering berlama duduk, menatap kosong pojok kamar, hingga akhirnya menyerah dan berbaring.

Namun, tubuh dalam posisi terlentang serta berselimut tebal, ternyata tidak menjamin kamu akan lekas terpejam. Mata, selalu tidak bisa berkompromi dengan pikiran. Seperti malam ini, mata dan ragamu capai, tapi pikiranmu terus berlari entah ke mana. Tak kenal lelah.

Entah sudah malam ke berapa kamu selayaknya merupa seorang penakut. Iya, kamu takut tertidur. Aneh, bukan? Kamu takut apabila sudah terlelap, lantas tidur pulas sepanjang malam, dan... saat waker-mu berbunyi, justru kamu lupa ingatan. Kamu takut semua menghilang. Sesuatu yang absurd, tapi nyata melekat pada harimu.

Kamu, barangkali tidak pernah tahu. Ada hal yang lebih menakutkan daripada phobiamu itu. Ada sesuatu yang jauh lebih nahas ketimbang seorang yang takut akan terlelap.

Kenyataan paling menakutkan dari itu semua ialah... kita –aku, kamu, dan setiap orang– tidak memiliki kendali tentang pikiran mereka sendiri. Kita tak pernah bisa memilah mana momen yang harus dilupakan, serta mana yang harus melekat dalam ingatan.

Semuanya tumpang tindih.

Kamu seharusnya bisa melupakan phobiamu dan kembali terlelap dengan khidmat di penghujung malam. Kamu pun seyogyanya sanggup melupakan kejadian tempo dulu, jauh sebelum kamu dewasa, ketika pada malam itu pelan-pelan saja kamu terpejam, pulas, atau bahkan bermimpi indah sekali, namun detik saat matamu terbuka, seluruh anggota keluargamu lenyap tak bersisa.

Esoknya, surat kabar hanya bisa menduga. Siaran televisi cuma meliput untuk menaikkan rating-nya. Berbondong orang tak dikenal datang ke rumahmu, menanyakan apa yang terjadi. Dan, sang petugas penengah, nyatanya tak bisa menyelesaikan kasus terbesar itu pada zamannya. Perlahan saja menghilang, lambat tapi pasti tak bersisa.

Kamu masih takut terlelap. Kamu akan tetap takut, sampai besok, minggu depan, bulan depan, mungkin juga sampai tahun depan... atau setidaknya, sampai keluargamu kembali ditemukan.
(IPM)

Anyer, Juni 2016
#Ilustrasi diunduh dari sini

0 comments:

Post a Comment

Followers